RSS

Donor darah dies natalies UNY ke 44 masih bekerjasama dengan KSR PMI Unit UNY

Dari target 150 yang ingin di kumpulkan untuk membantu sesama, tahun ini donor darah dalam rangka dies natalies Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang bekerjasama dengan Korps Suka Rela Palang Merah Unit Universitas Negeri Yogyakarta (KSR PMI UNY) hanya mampu mengumpulkan 121 kantong, padahal biasanya lebih dari itu. Usut punya usut ternyata beberapa hari sebelumnya telah ada donor darah yang di adakan di FISE dan FIK UNY, jadi pada dasarnya melihat kondisi yang seperti ini jumlah sebanyak 121 kantong ini termasuk banyak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HARI KE-3 PELATIHAN SAR UNY


Hari ke-3 pelatihan Search And Rescue Universitas Negeri Yogyakarta (SAR UNY), tepatnya jumat 25 April 2008 yang bertempat di rumah MBAH MARIDJAN di awali dengan simulasi Navigasi Darat (NAVRAT) dimana para peserta di bagi menjadi 4 kelompok dimana masing-masing kelompok kemudian di dampingi oleh panitia. Disini salah satu peserta: yurida dari Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Negeri Yogyakarta (KSR PMI UNIT UNY) terlihat akrab dengan Paijo (orang yang sebagian panitia dan peserta menganggapnya, maaf…agak sedikit kurang). Di kelompok 1 pada saat simulasi secara kebetulan melihat pemandangan yang mungkin sudah jarang, dimana kami melihat adanya elang jawa yang konon katanya sudah hampir punah dan konon jumlahnya sudah kurang dari 100 di sekitar areal lereng merapi. Elang jawa tersebut ternyata mempunyai sarang, dimana kami hanya bisa memotret sarangnya karena pada saat akan memotret elangnya sudah telat.
Sore hari materi diisi dengan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), namun sayang materi yang di jadwalkan harusnya diisi jam 16.30 terlambat sekitar 30 menit karena dari pemateri yang sedikit sibuk. Malam harinya peserta langsung di terjunkan ke hutan lereng merapi menuju ke titik flying camp dimana pada esok hari peserta akan melakukan simulasi pencarian korban.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DIE OR ALIVE; sebuah film tentang tournament beladiri yang menyimpang

Pada umumnya turnamen yang di adakan adalah untuk mencari siapa yang terbaik dari yang terbaik. Namun apa jadinya jika turnamen yang di adakan hanya untuk sebuah percobaan untuk di ambil tenaganya?
Die or alive (DOA), sebuah turnamen yang tadinya di adakan untuk sebuah tujuan yang mulia untuk mencari petarung terbaik dari seluruh penjuru dunia berubah menjadi sebuah turnamen hanya untuk mencari yang terbaik untuk kemudian di ambil tenaganya.
Film produksi Constantine ini memang film yang bagus dengan efek yang bagus pula, namun mungkin agak kurang cocok dengan budaya timur.

In general tournament which in performing is look for best from the best. But what will be like if tournament performs for an attempt in takes the energy?

Die or alive (DOA) is a tournament which at first performs for looking for the best fighter from all around the world turns into a tournament just for best searching and for then taking they energy.

This film which produced by Constantine is a good film with great special effect too, but maybe this is unable to fits with east culture

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS