RSS

HEROES SEASON 4 CHAPTER 18; BRAVE NEW WORLD

HEROES SEASON 4 CHAPTER 18; BRAVE NEW WORLD merupakan akhir dari film serial TV HEROES season 4. Pada chapter terakhir ini Samuel berencana menun jukkan pada dunia tentang keberadaan orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus seperti mereka. Karnaval pun kini telah berada di tegah dari taman New York.
Rencananya malam hari Samuel akan mengumpulkan orang-orang New York dan menunjukkan kekuatannya pada mereka. Dengan bantuan Emma dan semua orang yang da di Karnaval ia bermaksud untuk menunjukkannya. Tak tanggung-tanggung rencananya adalah mengubur semua orang New York secara massal di taman itu.
Lalu bagaimana dengan pahlawan-pahlawan kita (HEROES)? Saat ini Sylar masih terperangkap dalam pikirannya sendiri bersama dengan Peter yang sedang mencoba menolongnya. Claire dan ayahnya Bennet sedang terperangkap dalam sebuah van da jauh berada di dalam tanah. Sedangan Hiro sedang berjuang melawan takdir kematiannya dan di temani sahabat setianya Ando.
Dari sini kita bisa melihat betapa kebersamaan alias persatuan bisa mengalahkan semuanya jika bisa terkoordinir dengan baik. Dan keikhlasan adalah sebuah perbuatan yang sangat mulia dan bisa membebaskan jiwa kita dari keterbelengguan yang mengganggu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SATU MATA DARI IBU

Kepada orang-orang yang pernah berjasa kepada kita janganlah kita perlakukan seperti pada kisah ini……..

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya karena sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang menemuiku di sekolah.
Aku sangat malu....Mengapa ia lakukan ini?
Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri.
Keesokan harinya di sekolah tmn2 mengejekku “Ibumu hanya punya satu mata, ya?!?! Ieeeeee....", jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi.
Ujarku pada ibu, “Bu. Mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut.
Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karenaku.
Malam itu.....Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Aku memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.
Kemudian aku belajar dengan tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu. Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak.
Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku. Kebahagian ini bertambah terus dan terus, namun suatu ketika ibuku datang.....Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku.
Lalu aku katakan padanya, “Siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu!!” Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, “Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku! !” “KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!”
Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf. Sepertinya saya salah alamat,” dan ia pun berlalu. Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.
Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana ..
Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku sebut rumah.. Hanya ingin tahu saja. Di sana , kutemukan ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.
“Anakku..Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan..aku tidak akan pergi ke Singapura lagi..Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni itu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku. Ketahuilah anakku, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, ditempatku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, “Itu karena ia mencintaiku” Anakku! Oh, anakku! Selamat tinggal sayang”
Sahabat, sesungguhnya kebahagiaan yang kita raih dan kita nikmati itu adalah karena ada peran orang lain baik secara langsung maupun tak langsung. Berhentilah sejenak dan renungi hidup kita!, keberhasilan dan kebahagiaan yang manakah yang kita raih sendirian ? Bersyukurlah atas apa yang kita miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan ibu kita!
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia
(Q.S. Al-Isra : 23 )
email dari sahabat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HEROES SEASON 4 CHAPTER 17; THE WALL

Sering kita menganggap bahwa sebuah kesulitan datang dan kita kesusahan untuk menghadapinya karena orang2 tidak mau menerimanya atau bisa dibilang kesulitan itu datang selalu karena orang lain.
Salah besar. karena mungkin apa yang menjadi masalah bagi kita itu datang justru karena diri kita sendiri yang menyebabkannya. Mungkin kita bisa belajar dari film HEROES SEASON 4 CHAPTER 17; THE WALL dimana salah satu pokok ceritanya adalah Sylar dan Peter yang mencoba menolongnya malah terperangkap didalam pikiran dan kesendirian Sylar yang ternyata justru itu menjadi sebuah permasalahan baginya yang datang karena apa yang telah dilakukan oleh dirinya sendiri.
Lihat bagaimana jadinya ketika keikhlasan itu datang kepada mereka!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS